It's not a shame to be a Jomblo, Be Proud… Be a JOSH !!!

Sobat Muslimah, Kok ada Mukena ya ???

Tahukah So JOSH (Sobat JOmbloSampaiHalal) Muslimah, di belahan dunia muslim lainnya, kaum muslimahnya biasa sholat dengan pakaian sebagaimana dia kenakan sehari-hari (tentunya harus syar’i (menutup aurat, longgar, bersih, tidak menampakkan body yg menonjol, )) tanpa mukena?

Tahukah kalau di zaman Rasul dulu tak pernah ada mukena ??? (kok di beberapa negara asia ada ya,… faktor apakah gerangan pemicunya sob)
Simak tulisan hikmah berikut ini
(bahan dasar tulisan dari EraMuslim dan tentunya maaf disesuaikan dengan gaya bahasa MasBro Kpala PantiJomblo– jadi ambil inti dari pokok bahasan ini ya, yaitu KEWAJIBAN MENUTUP AURAT bukan hanya saat Shalat saja)

——

Sobat Muslimah, tentunya semua wanita di Indonesia punya mukena, asalkan dia beragama Islam pasti punya mukena dan rasanya tidak sah sholat dan tidak enak bila tidak pakai mukena. Iya Ga Sob ???

Kalau mendengar kata mukena, orang lantas mencandai dengan kata kata: mukena mukaga (maksudnya mau kena kek mau kagak – tidak- ^___*!), tidak nyambung dengan makna mukena yang sebetulnya namun istilah canda seperti itu sering dilakukan orang.

Gini Lho Sob,…. mukena, sebuah kata yang sampai saat ini kita tidak tahu dari mana asalnya, kalau bahasa melayunya orang sebut telekung. Mukena hanya ada dan dipakai di Indonesia dan di Malaysia saja,kalau pun ada didaerah lain itu pun rata2 pemakainya dari asia, nah kalau muslimah dari negara lain bila sholat, mereka menggunakan baju yang rapih, panjang dan tidak berbentuk, seperti jubah atau gamis panjang, yang terlihat hanya muka dan telapak tangan saja. Lho,… lho lho,… Lha kok bisa ??? Humss…..

Dugaanku, orang Indonesia dan Malaysia (&beberapa negara asia) menggunakan mukena karena zaman dulu belum ada orang yang pakai jilbab sehingga ketika perintah sholat dimengerti oleh muslimah Indonesia, maka konotasi salah satu syarat sahnya sholat bagi wanita adalah menggunakan pakaian yang menutupi aurat dan hanya terlihat wajah dan telapak tangan saja. Hal itulah makanya banyak wanita Indonesia yang hanya pakai mukena untuk menutupi aurat ketika sholat saja namun ketika tidak sholat, kembali pada celana panjang ketat dan baju kaos yang membentuk tubuh dengan rambut yang tergerai. Ya ini hal yang ironis memang, tapi karena udah menjadi keseharian jadi banyak yang menganggapnya lazim, lumrah alias biasa (padahal menutup aurat secara syar’i ini ketentuan baku wanita muslim berpakaian lho Sob).

Jadi hanya ketika sholat saja Sob, mereka menggunakan pakaian yang menutup aurat dan hanya memperlihatkan muka dan telapak tangan sampai selesai sholat saja, setelah selesai sholat maka selesai juga menutup auratnya. ^__*! (Ironis ya Sob,..)

Seharusnya bagi wanita muslimah yang sudah menggunakan pakaian menutup aurat yang secara syar’i plus bersih & suci (faham khan maksudnya), tidak lagi memerlukan mukena untuk sholat, tapi karena sudah jadi kebiasaan maka seringkali tetap menggunakan mukena padahal pakaiannya sudah cukup syar’ie untuk sholat. Yang menjadi masalah adalah, mengapa masih menggunakan mukena bila kita sudah berpakaian muslimah dan tidak membentuk tubuh. Seharusnya langsung saja sholat, asalkan tidak menggunakan celana panjang, jilbab pendek dan baju yang berbentuk, maka cukup sah untuk melakukan sholat tanpa mukena, tapi kalau saja dikhawatirkan pakaian tersebut kotor maka oke oke saja sieh memakai mukena. yach bagi sebagian besar biar AFDOL. Dan satu hal lagi yang menjadi pertimbangan mereka selain ke afdolan (menurut mereka) adalah faktor masyarakat kita yang belum terbiasa melihat seorang yang berjilbab syar’i (hijab-longgar tdk berbentuk tubuh) shalat tanpa mukena, bisa2 dinilai dan dianggap aneh (karena menurut mereka ga lazim), dan otomatis mereka berbisik2 antara kawan2nya dan kadang mentertawakanya. “Ntu orang aneh banget yak, orang dari planet mana tuch, baru kali ini liat wanita shalat tanpa mukena, ANEH !!!”-katanya berseloroh.

Ya memang sieh Sob,… Wanita yang belum berhijab (jilbab syar’i) ga mau disalahkan karena alasan ini itu yang seabreg (ga perlu dijelaskan disini entar kepanjangan mbahasnya). Tapi inti yang dibahas adalah KEWAJIBAN MENUTUP AURAT dan bahkan saat beribadah kepada Allah (dalam Shalat), nah ini faktor penting dimana menutup aurat sebagai sarana (ataau bs dibilang salah satu) upaya agar doa dan permohonan serta apa yg kita inginkan diijabah Allah. Ya kalo emang sekarang belum berjilbab, cobalah bergaul dengan mereka yang berjilbab agar secara otomatis agar merangsang diri muslimah tergerak hatinya untuk berjilbab. Bagi yang sudah berjilbab namun kurang pas ketentuannya [semisal, kerudung masih dibalut dileher dan tidak menutup dada, pakaian ketat atau membentuk tubuh -tonjolannya depan belakang itu yg ga nguatin apalagi kalo wanitanya HEBRING alias Mangsrap eh mantap- BLETAKKSSSS!!!! wooiiii,… ini MasBro kok malah mbayangin yang iya-iya sieh !!! Plaksss!!! ], semoga bisa secara bertahap hatinya tergerak dan digerakkan Allah untuk beralih ke Hijab (jilbab syar’i), jilbab besar ini juga kadang masih dianggap “aneh” bagi kebanyakan orang, jadi godaaan dan ujian pemakainyapun terus ada sob. Kudu sabar,… sekali lagi sabaaaaaaaaaaaaaar,…..

Oke coy,… eh sob,… Yang penting buat saya adalah ketika menghadap Allah haruslah berpakaian yang MENTUP AURAT secara Syar’i , ditambah rapi, cantik dan sopan, tidak harus menggunakan mukena, apalagi bila mukena tersebut kotor, kuning ujungnya (hiiiiiiiiii……), seringkali berbintik-bintik hitam dan maaf bahkan bau keringat karena pencuciannya hanya seminggu sekali dilakukan (hueek,..huek,…..cuiih,...) sehingga sah lah mukena menjadi pakaian sholat yang tidak menarik (atau malah mukena yang udah bulukan -ancur maksudnya- gitu, perlu ditanyakan kebersihannya, apalagi kalo cuma ditumpuk ditempat pesholatan). Malu deh rasanya menghadap Allah dengan pakaian yang seperti itu dan penampilan yang seperti itu. Kan kalau kita sholat, kita sedang diperhatikan oleh malaikat dan juga diteropong difoto (actionnnn Cherrrsss!! bletakkss!!).

Coba kita bayangkan pernah gak kita berpose atau berfoto sebagai profil di blackberry, facebook atau foto KTP dengan menggunakan mukena, pasti tidak kan? (inilah korban narsisme yang udah addict- dikit2 foto Jebreeett!!!- Kaya Masbro muda dulu, hayyaahhhh,…).

So.. bila kita tahu bahwa kita sedang menghadap Allah, Pemimpin yang Maha Agung, mengapa kita tidak gunakan pakaian yang bersih dan sayr’ie, wangi dan cantik agar para muslimah tahu menghargai Sang Pencipta.

Karena kalau mau jujur bila suatu saat kita dipanggil Presiden misalnya, kita tentu saja tidak akan menghadap beliau dengan menggunakan mukena kan. Nampak tak sopan, namun kenapa ketika menghadap Allah mereka wanita muslimah menggunakan mukena..? (Ya itu kalo tetep ga mau pake hihab Sob)
Apalagi menggunakan mukena yang lusuh dan bau serta kekuning-kuningan dan sedikit basah di sekeliling wajah. ^___^!

Sekali lagi sob,…. Saran saya bila wanita muslimah bisa menggunakan pakaian yang terindah dan syar’ie, tidak membentuk tubuh, jilbabnya menjulur melebihi dada, tidak sempit, warna tidak mencolok, lalu yang terlihat hanya muka dan telapak tangan saja, mengapa tidak menghadap Allah, resmi dan formal dengan pakaian yang paling indah dan paling cantik.

Ya udah kalo sobat JOmbloSampaiHalal yang belum tergerak untuk berjilbab dikeseharian rutinitasnya, pesen MasBro
“Gimana kalo pake Mukena azza kalo kekantor, ke sekaolah dan aktifitas tiap hari. Udah cukup nutup aurat nkok Sob,…. (asal jgn mukena yng tipiiiiisssss lho ya ^___*!.)

Trus jangan iseng dikasih tali diatas kepala entar kalo kalo lewat orang laen ngira pocong nyasar. Hummss,…..

Yuk sobat Muslimah segera pakai hijab (jilbab syar’i- bukan jilbab gaul lho ya-),kalo alesannya ga punya ya pake azza Mukena yang jelas pasti ada dan tentu masing punya bagi yang merasa dirinya wanita muslim.
Hayo pilih mana sob,…!!!

Kalo masih mau bilang “enggak punya mukena”  apa sobat muslimah ga shalat tuch — ya..ya..ya.. alesan lagi katanya mukenanya minjem temen/tetangga — .
Hadduuuuhhh,….Kalo alesan mulu kapan anda mau maju melangkah kedepan, katanya mau jodoh terbaik, lha urusan pokok nutup aurat secara syar’i azza kok kayak disuruh perang. Gubyaakkksss!!! Cape dech,…..

Wallahua’lam.

Sebagai tambahan Coba simak dalam riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah SAW dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah SAW berpaling darinya dan berkata :

“Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haidh (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,“ sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan.
(HR. Abu Daud dan Baihaqi)

————–

Untuk penyeimbang bagi kaum adam, sebenarnya ga beda jauh kok Sob Sebagian di antara kita masih biasa sholat dengan kaos oblong, celana jeans yang berlubang, rambut botak samping (model mohawk kali..), dan seabrek penampilan lain yang sebenarnya mereka tahu itu tak pantas. Seharusnya, pakaian yang dikenakan harus bersih, rapi, dan juga wangi, karena memang sedang menghadap Allah. Seberapa tinggi kita menghargai Allah, maka setinggi itu pula Allah menghargai hidup kita sebagai hamba-Nya. Bagaimana Allah mau membaguskan kehidupan kita kalau kita saja malas-malasan menghadap-Nya?

Semoga jadi bahan introspeksi bagi diri MasBro pribadi dan sobat JOmbloSampaiHalal pada umumnya dan kerabat facebook secara Global yang mampu dan nyempetin mbaca artikel ini. Kalo ada kata2 yang ga berkenan atau kurang pas mohon dikoreksi ya sob. Ini sebagai perenungan azza, hasil akhir diri kita masing masing sebagai exsekutor pelaksana untuk kita pertanggung jawabkan secara pribadi dan personal dihadapan Allah.


salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s