It's not a shame to be a Jomblo, Be Proud… Be a JOSH !!!

Gara-gara FACEBOOK

“Miaaa…..tidur !!!! Kamu tuh udah jam 12 masih aja chatting, besok sekolah juga!” kata mama sambil bertolak pinggang,
“Iya iya mamaaaa… ini aku mau tidur, udah mama enggak usah khawatir besok mia bakalan sekolah kok” kata Mia tapi wajahnya masih melihat komputer bukan mamanya
“Kamu tuh Cuma iya iya aja, tapi masih serius chatting, dibangunin susah juga! pokoknya dalam hitungan ketiga enggak tidur mama bakar komputernya !!! Satu….dua…” kata mama dengan serius

Dengan sigap Mia langsung mematikan komputernya dan menarik selimutnya

Selalu seperti itu kejadian di malam hari yang berlangsung 2 bulan ini semenjak datangnya facebook. Ya facebook adalah sebuah program yang bisa menghubungkan kita dengan orang-orang seluruh dunia, berbagi informasi dan lain sebagainya,dan ditambah aplikasi chatting yang sangat digemari anak-anak muda saat ini. Itulah yang menjadi aktifitas rutin seorang pelajar SMA bernama Mia ini, sebelum tidur sepertinya wajib membuka facebook dan yang lebih parahnya kerap kali teman-teman kelasnya memergokinya sedang asik membuka facebook via handphone di kelas ketika pelajaran berlangsung.

“Miaaaa… banguuuun! sudah jam berapa ini! Ayo cepat sholat shubuh!” teriakan sama seperti di malam hari, dengan malas Mia pun beranjak dari tempat tidurnya
“Makanya jangan chattingan terus! sholat shubuh jadi kesiangan, terlambat sekolah pula!” ocehan mama yang sama di pagi hari sebelumnya.

Ternyata prediksi mama benar, Mia pun lagi-lagi terlambat ke sekolah untuk yang kesekian lagi. Dengan ocehan yang sama seperti kemarin pak guru pun menyuruhnya masuk.

“Pasti gara-gara chatting semalem” celetuk teman sebangku Mia yang bernama Arin,
“Shuuut… berisik ah! suka-suka aku dong!” kata Mia dengan acuh tak acuh.
Arin hanya menggelengkan kepala, sepertinya sudah tebal mukanya sampai-sampai dia tidak peduli dengan sekitarnya.

Pelajaran hari ini adalah matematika, pelajaran yang sangat digemari Mia, tapi sepertinya dia sedang asik dengan sesuatu yang berada di kolong mejanya yaitu handphone. Arin hanya melirik sebentar lalu dia memerhatikan pelajaran lagi, dia sudah bosan memperingatkan Mia. Teringat dulu bagaimana Mia berusaha keras bagaimana bisa mengaktifkan facebook di handphonenya.

“Teeeet…..teeeet…..”bel istirahat berbunyi
”Mi, ke kantin yuk!”ajak Arin
“Enggak ah,males!lagi serius nih!” kata Mia yang matanya masih terfokus kepada handphone miliknya
“Dasar!emangnya main facebook bisa kenyang ya?” tanya Arin dengan nada mengejek, tapi Mia pura-pura tidak mendengar dan sibuk dengan facebooknya.

Hampir setiap hari seperti itu, sampai-sampai Arin mengeluh kepada salah satu teman kelasnya,
“Aku tuh heran sama si Mia, dia tuh sampe enggak laper pas istirahat, ke sekolah terlambat, kayaknya otaknya udah dicuci sama facebook”.

Pernah suatu hari Arin menyembunyikan handphone milik Mia, karena dia sudah kesal melihat tingkah laku teman duduknya.

“Ya ampun…! mana hapeku ya? eh kalian, ada yang ngeliat hapeku enggak?” tanya Mia kepada seluruh teman kelasnya. Anak-anak kelas hanya menggelengkan kepala dan ada sebagian mereka yang tidak peduli karena menurut mereka itu bukanlah suatu hal yang penting.
“Duh…dimana yaaa???” Tanya Mia sambil mengelilingi kelas dan memeriksa tas teman-temannya satu-persatu, tapi hasilnya dia tidak menemukan apa yang dia cari.

Arin hanya tersenyum kecil melihat tingkah Mia yang seperti anak kecil kehilangan permen, dia ingin memberi pelajaran agar Mia memperhatikan pelajaran yang diberikan guru. Ternyata usaha Arin sia-sia, ketika pelajaran berlangsung Arin fikir bahwa Mia akan memperhatikan pelajaran,tapi ternyata dia TIDUR! Ya ampun… sepertinya Arin mulai menyerah dan ketika pulang sekolah dia menitipkan handphone milik Mia kepada salah satu tetangganya.

Sampai di rumah Mia melanjutkan aktifitas facebooknya, belum mengganti baju dan melepas kaos kaki dia sudah siap siaga di depan komputer miliknya. Mama langsung datang ke kamar Mia,

“Ya ampun miaaa… pulang sekolah bukannya ganti baju malah langsung facebook-an, sholat dzuhur dulu cepetan!”
“Iya iya ah!” kata Mia dengan malas-malasan
“Kalau pulang sekolah tuh sepatu ditaruh ke tempatnya lagi, masa sepatu sampai ruang tamu!” ocehan mama masih berlangsung, tapi Mia tidak memperdulikannya.

Waktu menunjukkan jam 7 malam, tapi Mia masih duduk serius di depan komputer. Di ruang tengah rupanya papa dan mama Mia sedang mendiskusikan anaknya yang mempunyai kesibukan baru, yaitu facebook-an

“Pa,anak kita ini harus digimanain lagi? liat tuh akhir-akhir ini dia enggak pernah belajar, tidur malam, bangun kesiangan”
“Udahlah ma kita biarin aja dulu, kalau si Mia udah kena resikonya baru dia sadar. Soalnya anak seumuran dia udah enggak mempan kalau dinasehatin, Mia udah dewasa ma, pasti kalau udah kena buruknya dia pasti akan sadar sendiri” ucap papa bijak.

Ketika pulang sekolah seperti biasa Mia langsung ke depan komputer masih mengenakan baju seragam, tapi ternyata koneksi terputus

“Wah kayaknya ini sengaja deh sama mama” kata Mia sambil mencari akal agar dia tetap bisa facebook-an, dia melirik handphonenya tapi ternyata baterainya habis.

Langsung tercetus fikiran ke warnet gang sebelah tanpa mengganti baju seragamnya. Senja pun mulai turun, tapi Mia tak kunjung pulang, mamanya khawatir dia tidak pulang juga. Rupanya Mia tidak izin bahwa dia pergi ke warnet, mamanya langsung menelpon teman-temannya satu-persatu

“Halo Arin, ini mamanya Mia, Mia ada disitu engga?”
“Enggak ada tante, perasaan tadi dia udah pulang bareng aku dari sekolah” kata Arin di seberang sana.

Sampai malam hari baru terdengar suara ketukkan pintu, setelah dibuka terlihatlah muka mama yang seperti siap menerkam siapa saja yang ada dihadapannya.

“Dari mana aja kamu masih pake baju sekolah hah?” bentak mama, “Da…da…ri…war…net maa” ucap Mia sambil terbata-bata
“Dari warnet? adaaa aja akalmu buat bisa main facebook! dari jam berapa kamu disana?”
“Dari….emm..”
“Dari jam berapa?!” nada mama makin meninggi
“Dari pulang sekolah ma” kata Mia dengan menundukkan kepalanya

“Astaghfirullaaaah….pasti kamu enggak sholat dzuhur, ashar, sama maghrib! pokoknya mulai besok enggak boleh keluar rumah abis pulang sekolah! udah tidur sana, jangan lupa sholat isya!” oceh mama sambil mengusap-usap dadanya.

“Eh,kemaren kamu ke mana abis pulang sekolah?” Tanya Arin ketika jam istirahat, “Ke warnet,eh iya entar bilangin ya kalau aku sakit tiba-tiba” ucap Mia sambil membereskan buku-bukunya
“Mau ke mana lagi kamu?” Arin berusaha mencegahnya, tapi Mia sudah hilang dari pandangannya, padahal sehabis istirahat adalah pelajaran matematika yang biasanya Mia tidak pernah lewatkan.

Tahukah kalian apa yang dilakukan Mia?
Dia pergi ke mall dekat sekolah untuk membeli modem. Ternyata dia berusaha agar dia tetap bisa online setiap hari, dan dia sengaja bolos sekolah karena sehabis sekolah dia tidak diperbolehkan oleh mamanya untuk keluar rumah.

Sampai di rumah Mia langsung pergi ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya, dia takut tiba-tiba mamanya masuk ke kamarnya. Mamanya senang beberapa hari ini Mia diam di kamarnya dari pulang sekolah. Padahal yang dilakukan anaknya masih seperti yang dulu. Dengan rapi Mia menyembunyikan semuanya seperti tidak ada unsur-unsur kalau dia melakukan kegiatan rutinnya, yaitu facebook-an. Mamanya pun tidak tahu bahwa handphonenya Mia bisa mengakses facebook.

“Eh,belajar kek, jangan fb-an mulu! seminggu lagi ujian mid-semester juga” kata Arin
”Heh, dibilangin malah serius fb-an, ya udah terserah kamu”.

Mia hanya melihatnya sebentar dan dengan cuek dia bermain-main lagi dengan handphonenya. Tak terasa bel pulang sekolah berbunyi, Mia tergesa-gesa pulang sepertinya tangannya mulai gatal ingin bermain facebook.

”Miii…!” panggil Arin sambil berlari-lari mengejar Mia
“Duh ngapain lagi sih si Arin, pasti disuruh belajar” gumam Mia
“Mi, ikut belajar kelompok yuk, itung-itung nyicil buat mid-semester,ya ya?” ajak Arin dengan bersemangat
“Duh,kayaknya enggak bisa deh, soalnya aku ada perlu sekarang” kata Mia sambil garuk-garuk kepala
“Halah,palingan juga kamu mau fb-an, ya udahlah terserah kamu!” ucap Arin dengan nada lemas.

“Kayaknya rumah sepi nih!” ujar Mia dengan senang, dia masuk ke rumah sambil bernyanyi-nyanyi kecil.

Tiba-tiba
”Eheemm…Mia, sini kamu!” teriak mama dari ruang tengah, dengan spontan wajah Mia berubah pucat pasi
”Ini namanya apa Mia?” tanya mama sambil memperlihatkanku sebuah benda kecil berwarna hitam seperti flashdisk,ternyata itu modem!.

Mia lupa menyembunyikan modemnya di malam hari, ternyata dia ketiduran dan modemnya masih menempel di komputernya.

“I..i..itu…modem” jawab Mia ketakutan.
”Oh, ternyata kemarin kamu minta uang beli buku sama mama buat beli modem bukan buku?”, tapi Mia hanya terdiam.
“Mulai besok uang jajanmu dipotong, modem dan komputernya mama sita biar kamu belajar buat mid-semester” ujar mama.

Dengan lemas Mia melangkahkan kakinya menuju kamar tidurnya. Sesampai di kamar Mia tidak membuka buku pelajaran melainkan memainkan handphonenya bermain facebook

“Untung tadi aku beli pulsa dulu sebelum uang jajanku dipotong,terus juga mama enggak tahu kalau aku bisa fb-an lewat hape” gumam Mia dengan senang.

Hari demi hari berlalu, tak terasa bahwa mid-semester akan datang dalam jangka waktu 3 hari lagi. Akan tetapi Mia tidak pernah membuka buku pelajaran dan yang dibukanya melainkan telepon genggamnya.Arin pun sepertinya sudah mulai tidak peduli dengan tingkah teman sebangkunya, walaupun dia menasehati Mia, dia tidak akan mendengarnya seolah-olah tidak ada yang berbicara dengannya.

“Semua buku-buku yang ada sangkut pautnya dengan pelajaran silahkan ditaruh di meja ibu” perintah bu guru.

Di pojokkan kelas terlihat jelas wajah Mia yang pucat pasi, karena dia belum belajar sedikit pun, dan yang lebih mengerikan jadwal mid-semester hari ini matematika! Pelajaran yang sangat digemarinya dan tak pernah dia mendapat nilai kecil di pelajaran ini. Dengan gelisah Mia mengerjakan lembar ujiannya. Hasilnya setiap mata pelajaran mid-semester tidak ada satu pun yang bisa Mia kerjakan. Ada sedikit penyesalan di dalam hatinya, dia pun melirik teman sebangkunya Arin, dengan lincah jari-jari Arin mengisi lembar jawaban.

Seminggu kemudian hasil mid-semester dibagikan kepada murid-murid. Ketika nama Mia dipanggil dengan gelisah dia mengambil kertas hasil ujiannya. Tahukah kalian? Terlukis gambar tongkat berdiri di atas lembar ujiannya, dan satu hal lagi lembar jawaban ini ternyata pelajaran matematika, pelajaran yang selalu nilai Mia tertinggi di kelas dan berubah menjadi nilai 1.

Mia berlari meninggalkan kelas sambil menangis, Arin pun berusaha mengejarnya. Terlihat jelas di bawah mejanya ada sebuah telepon genggam sedang membuka aplikasi facebook, aplikasi yang membuat seseorang lupa waktu, lupa kewajiban dalam dirinya. Kita bisa mengorbankan waktu dan biaya hanya ingin bermain lewat aplikasi ini.

Semoga bermanfaat dan penuh Kebarokahan dari Allah…

***Sebuah Cerpen indah Karya Nurul Azizah (Iis)
at. keykoneechan.multiply

***
Share for PANTI JOMBLO sebelum HALAL “MasBro” (Hikmah Kesendirian tanpa Pacaran)
MIGRANT CARE “MasBro” (Sobat JOSH Peduli BMI)
So JOSH (Sobat JOmbloSampaiHalal)
JOSH (JOmblo Sampai Halal)
JOSS (JOmblo Shalih Shalihah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s